Latest Posts

Tampilkan postingan dengan label Rotogravure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rotogravure. Tampilkan semua postingan
MESIN EXTRUSION LAMINATION


PROSES  PRODUKSI  MESIN EXTRUSION.

Komposisi bahan proses.= OPP.20 micron, /tinta + resin PP.20 micron
Speed mesin = 60.
Speed  R P M = 3250 – s/d – 3300.
Chiller colling roll = 25 C – s/d – 28 C.
  1. Bahan proses produksi resin PP. Di oven dulu terus masukan ke hopper.
  2. Setting heatter panas sesuai bahan resin yang digunakan proses produksi.
  3. Lamanya panas titik lebur bahan resin PP.  -/ +  2  jam
  4. Heatter  adapter setting panas. A.1 = 260 C / A.2 = 260 C.
  5. SETTING HEATTER LEHER.C.1 = 170.C/ C.2 = 200.C/ C.3 = 230.C/ C.4 = 260. C
  6. SETTING HEATTER KEPALA.D.1 = 255.C/ D.2 = 260.C/ D.3 = 260.C/ D.4 = 260.C/ D.5 = 255.C.
  7. Titik lebur resin PP/PE lamanya + 3 jam.

MESIN EXTRUSION LAMINATION TANDEM


PROSES UNTUK PRODUKSI
Komposisi bahan proses produksi.= OPP.20 mic/ printing + resin  PE.20 micron.
Speed mesin = 60  -> Speed  RPM. = 3250 s/d 3300 -> Ciller = 25 -.C s/d – 28.C
Resin PE masukan ke HOPER setelah resinnya di oven supaya tidak lembab.
Setting PE sesuai panasnya jenis resin yang dipakai untuk proses produksi.
Untuk setting heatter resin PE  titik lebur panasnya heatter lamanya -/ +  2 jam.
Setting heatter adapter. =  A.1 = 360.C / A.2 = 360.C
SETTING HEATTER LEHER.
C.1 = 180. C./ C.2 = 250.C./ C.3 = 335.C./ C.4 = 360.C.
SETTING HEATTER KEPALA.
D.1 = 355.C/ D.2 = 360.C/ D.3 = 360.C/ D.4 = 360.C/ D.5 = 355.C

Penulis : Maryono
Copyright ©  www.AhliRotogravure.com
MESIN DRY LAMINATION PROSES




Mesin dry lamination ini sangat cocok untuk proses kemesan ringan mamupun kemasan berat sesuai yang diinginkan oleh customer dan bahan prosesnya tidak mudah terkontaminsi oleh isi yang akan dikemas dan komposisi selalu diperhitungkan untuk standart yang di isi jenis makanan apa yang akan dikemas dan selalu lewat Trial bila bikin kemasan baru, diperhitunkan dulu komposisi yang akan di proses produksi dan juga lewat tes uji coba kelayakan untuk kemasan yang akan diisi oleh bahan apa dan jenis apa supaya bisa di analisa oleh bagian laboratorium yang sudah berpengalaman di bidang tentang terkontaminasi. dan proses produksi isi harus mengikuti aturan-aturan yang sudah ditentuka oleh pihak yang bertanggung jawab dengan yang waktu proses Trial mesin ikut proses dan juga menganalisa hasil yang sudah dinyatakan layak untuk jalan produksi.

Aturan yang perlu dimengerti terutama Operator mesin dan Q C produksi.
Untuk komposisi bahan proses produksi. ( PET./ Printing + ADH + CPP.)
Ukuran aniloc raster screne : 135 s/d 140.
Ukuran depth aniloc. :  35 micron  s/d  40 micron.
Setting heatter blower  ( 1) = 50 C – ( 2) = 60 C – ( 3) = 70 C –( 4 ) = 80 C.
Setting heatter joint roll atau kiss roll. 90 C  s/d  100 C.
Hasil di aging lamanya -/ + 10 Jam   s/d  12 Jam  di ruangan suhu  -/ + 40 C.
Setiap turun dari proses produksi hasil harus di cek bonding dan tebel lem nya.



SKEMA MESIN DRY LAMINATION

Komposisi bahan proses = OPP20 mic./ tinta + ADH/LEM.5 grm + CPP.20 mic.
  1. Bahan cetak OPP.posisi bahan yang  kena tinta dan yang ada treatmanya.
  2. LEM /ADH aturan jalan
    Suhu ruangan 25 – s/d 30
      visco lem = 18  s/d  19.Suhu ruangan 30 – s/d 35  visco lem = 17  s/d  18.Suhu ruangan 35 – s/d 40  visco lem = 16  s/d  17.
  3. ANILOC ukuran raster screne sesuai bahan proses produksinya 135 s/d 145.
  4. Doktor blade untuk setting lem posisi sudut doctor blade 30 derajad.
  5. Ruber roll press .hardnes uk.70 dan tahan terhadap solven/toluene.
  6. Heatter blower bahan.setting bahan.;1.:.60 C / 2.: 70 C / 3.: 80 C / 4.: 90 C.
  7. Bahan lapisan jenis CPP atau CPP.Met.harus lewat treatman untuk di pori-pori.
  8. Corona treatman gunanya untuk supaya bahan lapisan ada pori-pori
  9. Roll joint atau cylinder dari bahan besi dengan suhu atau panas -/ + 100 C.
  10. Ruber roll press tahan panas untuk press bahan yang diproses OPP + ADH + CPP    11.Hasil bahan jadi kalau proses slitting aging dulu - / +  12 jam.
Taatilah aturan-aturan yang sudah dibuat oleh bagian atau tenaga ahlinya untuk proses produksi mesin dry ini, supaya hasil tidak menyimpang dari aturan yang sudah benar.


Penulis : Maryono
Copyright ©  www.AhliRotogravure.com
PROSES UNTUK PRODUKSI


Mesin harus dipasang penangkal statik – untuk menghindari kebakaran di mesin.
Pasang silinder sesuai no urut silinder – nomer yang sudah tertulis di cylinder
  1. Ruber roll press pasang sesuai jenis bahan cetak  proses produksi.Bahan plastik film OPP – PET – NYLON -LDPE – hardness ruber ukuran 70.Bahan paper HVS – Litho – ART. P – MATT.P – hardness ruber ukuran. 60.
  2. Heatter blower untuk pengeringan bahan cetak sesuai raster screne cylinder.Bahan cetak plastik film jenis OPP – PET – NYLON – LDPE. Raster screne jenis block 40% - 70% = 60 C --  > 80% - 100% = 80 C. Raster screne jenis tek dan logo  60 C-s/d 65 C. Raster  screne jenis sparasi penumpukan warna / gradasi = 50 C – 55 C. Heater blower untuk pengeringan bahan cetak sesuai raster screne cylinderBahan cetak jenis paper. HVS – ART.P – MATT.P – Litho – KRAF.PRaster screne jenis block 40% - 70% = 30 C -- > 80% - 100% = 40 C. Raster sparasi jenis penumpukan warna./gradasi heater off – blower : ON Jalan mesin printing standart suhu ruangan diareal mesin  35  s/d  40. Kalau cuaca mendadak hujan dan suhu ruangan sangat rendah dan dingin dibawah 25 C dan supaya hasil cetak tidak bloking kurangi speed mesinya sampai hasil cetaknya  benar-benar kering di hasil proses produksi.
  3. Doctor blade untuk raster screne jenis blok pakai posisi sudut 35 derajat. Doctor blade untuk raster screne jenis tek/logo pakai posisi sudut 25 derajat. Doctor blade untuk raster screne jenis gradasi/sparasi posisi sudut 10-15 derajat.


MESIN PRINTING ROTOGRAVURE UNTUK CETAK TINTA LUAR


Mesin printing rotogravure untuk cetak dalam biasanya harus pakai bahan plastik film yang bening. Dan jenis bahan untuk cetaknya = OPP – CPP – PET – LDPE – NYILON DLLNYA Dan urutan warna tinta harus dari warna gelap ke warna terang dan ini sudah aturanya. Contoh urutan warna gelap ke warna terang. 1.= Blak.- > 2.= Blue -> 3.= Red. -> 4.= yellow. Dan untuk warna white hanya warna pelengkap saja dan kalau di perlukan warna pickman yang lain selalu ikut dan tidak  pernah menolak demi warna yang diinginkan, warna white juga punya teman akrap yang sama-sama pelengkap  jenis namanya medium dan medium ini sering membantu warna-warna yang ke tua an warnanya dan sering dimintain tolong untuk memudakan warnanya dan medium selalu siap untuk membantunya dan selalu siap untuk menolongnya yang penting temen warna bisa happy  karena kalau jalan-jalan ke tua an malu di ledeki orang yang masih muda maka warna minta tolong sama medium untuk merubah jadi muda supaya  cocok untuk dinilai oleh temen Customer  penampilan warna sudah pas belum karena saya ingin sekali di ACC. warnaku.Jadi itulah fungsi pelengkap warna yang selalu memikirkan teman-teman nya yang sudah tua-tua. minta jadi muda supaya keren penampilan warnanya dan juga jadi perhatian di semua yang melihatnya terutam bos –bos atau  Customer yang jeli melihat warna yang muda-muda.

Penulis : Maryono
Copyright ©  www.AhliRotogravure.com

PENGERTIAN  “ ROTOGRAVURE “  PRINTING

Rotogravure berasal dari kata roto yang artinya berputar atau putaran dan gravure yang artinya ukiran atau cylinder yang diukir dengan mesin alat yang mengunakan jerum jenis Enggraf atau sisa juga disebut cara kerja atau mengerjakannya Enggrafer dengan mesin cylinder. Dan cara pembutan cylinder film ini cukup rumit dan cara proses bikin cylinder cukup panjang.
                               
PERTAMA : tabung  besi cylinder di proses grinding atau di bubut  sesuai ukuran disain film yang  akan dikerjakan dan supaya halus dan rata hasil cylindernya.                                                              

KEDUA : cylinder setelah dibubut  dan sudah sesuai ukuran disain film nya,terus pelapisan tembaga Supaya lunak dan untuk proses cylinder mudah untuk di  proses ukir enggraf  pembuatan film ditabung cylindernya karena bahan tembaga tidak terlalu keras.                                                       

KETIGA : setelah proses ukir Enggraf selesai terus proses pengerasan cylinder yang di sebut proses hard crome supaya bahan pelapisan tembaga lebih keras dan kuat dan tidak mudah terkikis dengan Doctor blade yang dipasang di atas cylinder untuk mngatur tinta susuai keluarnya tinta cetak yang diinginkan diasain atau raster screne film supaya tinta bisa sesuai hasil gambar cetak dengan contoh  warna yang telah di acc oleh customer.
                                                                                            
Hardcrome cylinder hardness atau kekerasan cylinder 900 dan kekuatan untuk proses produksi + = 1.000.000 putaran cylinder dan ini hanya untuk jenis raster screne blok dengan kedalaman Depth cylinder 30 mic, jadi kalau diameter cylinder 400 mm = 1.000.000 x 400 = 400.000 mtr. Data-data kekuatan cylinder film dengan jenis dan bentuk raster screne cylinder film proses.
Untuk kekuatan jenis raster screne blok = 1.000.000 putaran
Untuk kekuatan jenis raster Tek./ Logo. / Barcode. = 700.000 putaran                                           Untuk kekuatan jenis raster screne  gradasi./sparasi./ penumpukan = 500.000 putaran.

                          
MATERIAL UNTUK PROSES MESIN PRINTING ROTOGRAVURE

  1. CYLINDER FILM : Ada 2 jenis cylinder film yang digunakan untuk proses cetak rotogravure. untuk bahan cetak plastik film dan tranfer atau nempel tintanya didalam nama cetakannya cetak dalam dan raster screne cilinder bisa dibaca. untuk bahan cetak paper/ kertas dan tranfer tinta cetak atau nempel tintanya di luar namanya cetakan luar dan raster screne cylinder tidak bisa kebaca huruf dan disain gambarnya ke balik.
  2. RUBER ROLL PRESS : Ada 2 jenis ukuran dan masing - masing ukuran berbeda untuk menggunakannya,ukuran kekerasan 60 digunakan untuk proses cetak bahan kertas  bahan ruber agak lentur dan agak lunak supaya pori-pori kertas hasil cetaknya bisa bagus rata dan tidak bintik di hasil gambar cetak. Dan untuk bahan cetak jenis plastik film seperti – OPP.-CPP –PET – NYLON –LDPE  DSB , Ukuran ruber roll press  kekerasan 70 dan karakter rauber roll pres : keras-rata- halus-licin dan tahan Solven./ toluene supaya ruber roll tidak mudah terkontaminasi dengan solven./toluene.
  3. DOCTOR BLDE :  Fungsi doctor blade ini untuk mengatur  proses tebel dan tipisnya tinta yang ditranfer ke bahan cetakan atau tebel-tipisnya tinta yang nempel di hasil gambar cetakan. Untuk setting doctor blade dan untuk menentukan tebel dan tipisnya tinta operator harus tau cara Setting doctor blade ini supaya mudah untuk menyamakan cetakan dengan sample yang di Acc.Doctor blade posisi maju hasil cetakan tebel dan doctor blade posisi mundur hasil cetakan tipis.

    DOCTOR BLADE DALAM  1 SET ADA  3  MACEM :
  1. RUMAH DOCTOR BLADE : Utuk setting posisi doctor blade supaya dalam setting lebih kuat
  2. PLAT  DOCTOR BLADE : Untuk setting  dan pengaturan posisi jarak doctor blade dng plat
  3. DOCTOR BLADE : Utuk menentukan tranfer nya tinta ke bahan cetakan yang diinginkan tebal dan tipisnya tinta yang menempel di bahan cetak dan hasil bagus dan tidaknya hasil gambar di cetakanya. 
                                                                               
  4. TINTA CETAK CAIR : Jenis tinta cetak ada 2 macam dan lain jenis lain fungsinya.           Untuk cetak bahan kertas / paper atau bahan plastik yang tidak bening,jenis tintanya berbeda dengan plastik film yang bening. Untuk bahan cetak paper atau plastik yang tidak bening di sebut Cetak luar atau cetak diatas bahan cetak.dan bahan cetak jenis plastik film sperti bahan jenis OPP – CPP – PET – NYLON – LDPE DSB nya disebut cetak dalam atau cetak di bawah bahan cetak  dan tinta cetak dalam ada  2 jenis.  ( NO.1.) jenis tinta 1 komponen dan solven yang di gunakan untuk pengencer tinta cetak  Toluene + Ethil Achetit. Komposisi  solven tergantung speed mesinya. ( NO.2.) Jenis tinta 2 komponen dan solven yang digunakan untuk pengencer  tinta  jenis solvennyaToluene. 5 + Methil  Ethi Ketone. 3 + Ispropil Alkohol.2. = disebut juga campuran  5 : 3 : 2.
  5. SOLVEN /REDUCER : Solven yang digunakan untuk cetak printing rotogravure ada 4 macam Jenis yang digunakan untuk pengencer tinta,jenis nama solven.1. TOLUNE./ 2. M E K./ 3. I P A./ E A. Dan jenis tinta yang lain fungsi cetaknya juga lain jenis komposisi  campuran solven U/ pengencernya Bahan cetak Paper. ->  Jenis tinta cetak. -> Komposisi solven.
    a. PAPER CETAK LUAR TOL + IPA + EA.
    b. OPP./ CPP. CETAK DALAM. TOL + EA.
    c. PET./OPP./NY  C DLM.2 KOMP. TOL + MEK + IPA.
  6. STOP WATCH /ZUHN CUP : Alat perlengkapan untuk menimbang tinta dan untuk mengetahui encer dan kentalnya tinta yang di Acc untuk proses  jalan produksi supaya hasil gambar cetakan  Tidak naik turun warna cetaknya atau belang-belang   setelah proses produksi  turun di gambar  hasil cetak warnanya.waktu star awal jalan, semua warna yang ada di Mesin harus di cek atau ditimbang sesuai contoh di warna gambar cetakan yang sudah di Acc oleh customer dan kalau sudah jalan produksi, tinta harus sering ditimbang sesuai aturan yang sudah di sepakati oleh Pimpinan atau yang bikin aturan yang sudah diberi tugas dan tanggung jawab oleh pimpinan. Aturan untuk menimbang tinta yang ideal dan sesuai aturan 15 menit s/d  20 menit –sekali.
    POMPA SIRKULASI TINTA : Untuk tinta supaya warna nya bisa rata dan tidak belang-belang   dihasil gambar cetakan maka harus memerlukan pompa sirkulasi tinta dan mudah untuk menim  bang tinta dalam keadan mesin jalan produksi,dan untuk nimbang pakai alat timbang tinta dan ukuran  alat timbang RIGOSA NO.3. Satuan timbang VISCOSITAS.dan kusus untuk ukur tinta.
  7. LAMPU SENTER KHUSUS : Lampu ini sangat berguna sekali untuk mengontrol cilinder selagi Mesin posisi lagi jalan dan dengan kecepatan speed tinggi diatas speed 130./mnt. Untuk mengecek cylinder kalau ada tinta mampet –cylinder kabut atau cylinder ada garis. Dengan senter ini semua masalah  dicylinder bisa kelihatan seperti  > kotor-kabut-dan garis 2.
  8. CORE / KERN : Sebelum jalan produksi di REWINDER harus dipasang dulu core atau kern yang sesuai dengan  panjang ukuran bahan cetaknya dan tebel bahan prosesnya.

Penulis : Maryono
Copyright ©  www.AhliRotogravure.com